JEJAK LANGKAH

Setiap langkah yang kami tempuh menjadi fondasi menuju layanan yang lebih unggul dan berkelas internasional.

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam keunggulan fasilitas terminal services, PT OTSI adalah yang paling andal dalam fasilitas pendukung di Indonesia. PT OTSI memastikan keunggulan operasional yang maksimal melalui pengawasan dan pengelolaan terminal secara menyeluruh serta peraturan keselamatan. Kami juga bertujuan untuk menjadi pemain integral dalam pengembangan rantai pasokan oil and gas di Indonesia.

Our Story

  • 2016

    PT GTSI mengambil alih manajemen LNG Aquarius dari MOL-Eropa, dan memenangkan ZERO ACCIDENT AWARD dari PT Nusantara Regas untuk pengelolaan LNG Aquarius.

    PT GTSI bergabung dengan konsorsium antara Pertamina, Marubeni dan Sojitz yang memenangkan tender untuk proyek FSRU Java 1 yang dijadwalkan akan mulai beroperasi pada 2021.

  • 2015

    PT GTSI memenangkan tender untuk pasokan LNG ke FRU Benoa yang baru diluncurkan.

  • 2014

    PT GTSI memenangkan penghargaan MOL untuk master dan chief engineer kapal LNG.

  • 2000

    ST Surya Satuma mengambil laut di bawah manajemen PT GTSI.

  • 1999

    ST Triputra memulai pembangunan. Ini adalah kapal LNG skala kecil pertama di Indonesia yang melayani rute antara Bontang dan Benoa.

  • 1996

    ST SuryaAki, kapal milik PT GTSI yang ketiga, memulai operasi.

  • 1994

    Kapal PT GTSI yang dikelola kedua ST Dwiputra mulai beroperasi.

  • 1992

    ST Dwiputra, kapal sepanjang 272 meter, mulai dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industry Ltd.

  • 1990

    ST Ekaputra memulai operasi di bawah Humolco Trans Inc.
     

  • 1987

    Humolco Trans Inc. mengawasi pembangunan kapal pertamanya, ST Ekaputra, kapal berkapasitas 136.000 CBM yang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industry, Ltd.

  • 1986

    Humolco Trans Inc terbentuk dari usaha bersama antara PT Humpuss dengan Mitsui O.S.K Lines, Ltd